Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hampir 100 Orang Ditangkap Dalam Aksi Protes di Trump Tower

trump tower
Petugas NYPD menangkap aktivis dari kelompok Jewish Voices for Peace dan sekutu lainnya setelah mereka melakukan aksi duduk di dalam Trump Tower di New York City untuk menuntut pembebasan segera aktivis Palestina Mahmoud Khalil pada 13 Maret 2025. (Mostafa Bassim/Anadolu via Getty Images)

Baca Juga : Apa Hak-hak Pemegang Kartu Hijau AS

Namun, Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (ADL) menyatakan bahwa JVP tidak mewakili pandangan mayoritas komunitas Yahudi. Pengacara dari kelompok End Jew Hatred, Gerard Filitti, berpendapat bahwa beberapa tindakan protes yang menghalangi akses mahasiswa Yahudi di kampus merupakan bentuk diskriminasi antisemit.

Komite Kongres yang menyelidiki antisemitisme telah meminta agar Universitas Columbia menyerahkan catatan disiplin terkait peristiwa ini. Pada saat yang sama, Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) juga menggugat Universitas Columbia dan komite Kongres karena dugaan pelanggaran hak privasi.

Pengacara Khalil, Amy Greer, mengatakan bahwa tindakan Kongres yang melabeli individu sebagai “antisemit” atau “radikal” memberi izin bagi orang lain untuk melanggar privasi mereka.

Afaf Nasher, Direktur Eksekutif CAIR New York, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut berisiko merusak nilai-nilai dasar Amerika. “Membiarkan kongres atau lembaga seperti Columbia menargetkan individu berdasarkan pandangan mereka adalah ancaman serius terhadap nilai-nilai Amerika,” ujarnya.

Baca Juga :  Trump : Amerika akan mengambil alih Terusan Panama
  • Bagikan