“Kami akan melacak, menangkap, dan mendeportasi para simpatisan teroris ini dari negara kami – dan mereka tidak akan pernah kembali lagi,” tulis Trump. “Jika Anda mendukung terorisme, termasuk pembantaian pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah, kehadiran Anda bertentangan dengan kebijakan nasional dan luar negeri kami, dan Anda tidak diterima di sini. Kami berharap semua universitas di Amerika mematuhi peringatan ini.” tulis akun media sosial Trump.
Baca Juga : Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap
Trump juga menyatakan bahwa penangkapan Khalil pada Sabtu malam adalah “penangkapan pertama dari banyak yang akan terjadi.”
Khalil, yang tahun lalu memimpin aksi protes di halaman utama Universitas Columbia untuk mengkritik perang Israel di Gaza, menghadapi ancaman deportasi. Pengacara Khalil, Amy Greer, mengungkapkan bahwa agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) mengatakan visa pelajar Khalil telah dibatalkan, namun Khalil sebenarnya adalah pemegang kartu hijau AS.
Pada hari Senin, seorang hakim federal memblokir deportasi Khalil dan mengatur konferensi pada Rabu hari ini, untuk membahas permohonan tersebut. “Pemohon tidak boleh dideportasi kecuali jika pengadilan memerintahkan sebaliknya,” tulis Hakim Distrik Jesse Furman.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
