Baca Juga : 67 Orang Tewas Tertimpa Atap Club Malam di Dominika
Saksi mata, Channel Nicor, yang sedang menunggu bus menuju sekolah, menceritakan bagaimana dia mendengar suara letusan yang mirip dengan suara batu besar jatuh. “Saya merasa cemas melihat abu itu, tetapi karena kami sudah tahu apa yang harus dilakukan, saya tidak merasa setakut letusan sebelumnya,” ujarnya.
Peringatan level tiga, yang merupakan tingkat peringatan sedang, masih tetap diberlakukan setelah letusan sebelumnya pada Desember 2024 lalu.
Ben Edwards, profesor geosains dari Dickinson College, menjelaskan bahwa letusan gunung berapi adalah kejadian yang cukup umum di seluruh dunia karena aktivitas tektonik yang terus berlangsung. Ia menambahkan bahwa planet Bumi sangat aktif, dengan pergerakan lempeng tektonik yang terjadi hampir setiap hari meskipun sangat lambat.
Pada bulan September, ribuan penduduk di sekitar Gunung Kanlaon dievakuasi setelah gunung berapi itu mengeluarkan ribuan ton gas berbahaya dalam waktu singkat. Letusan sebelumnya pada tahun 1996 juga menyebabkan tiga pendaki tewas, sementara beberapa lainnya berhasil diselamatkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









