Israel Hentikan Pasokan Bantuan Ke Jalur Gaza

pasokan
Truk-truk berbaris di sisi Mesir di perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza setelah Israel memblokir masuknya truk bantuan ke Gaza, Minggu, 2 Maret 2025. (Muhammad Arafat)

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan bahwa Israel siap untuk merundingkan tahap selanjutnya, namun menegaskan agar lebih banyak sandera dibebaskan selama perundingan. Ia juga menyebutkan bahwa Israel telah menerima surat tambahan dari pemerintahan trump yang menyatakan tidak ada transisi otomatis antara tahap-tahap gencatan senjata.

Hamas memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menunda atau membatalkan perjanjian gencatan senjata akan menimbulkan “konsekuensi kemanusiaan” bagi para sandera dan menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk membebaskan mereka adalah dengan menerapkan kesepakatan yang ada, yang tidak menentukan batas waktu untuk pembebasan tawanan yang tersisa.

Hamas juga mengatakan bahwa mereka bersedia membebaskan semua sandera sekaligus pada Tahap 2, tetapi hanya dengan imbalan pembebasan lebih banyak tahanan Palestina, gencatan senjata permanen, kelancaran pasokan bantuan dan penarikan pasukan Israel.

Seorang pejabat Mesir mengungkapkan bahwa Hamas dan Mesir tidak akan menerima usulan baru yang bertujuan untuk memulangkan para sandera yang tersisa tanpa mengakhiri perang. Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mengharuskan kedua belah pihak untuk memulai negosiasi mengenai Tahap 2 pada awal Februari dan membuka kelancaran pasokan bantuan.

  • Bagikan
Exit mobile version