Dalam fase pertama gencatan senjata, Hamas telah membebaskan 25 sandera Israel dan delapan jenazah lainnya sebagai imbalan atas pembebasan hampir 2.000 warga Palestina yang dipenjara oleh Israel. Pasukan Israel juga ditarik mundur dari sebagian besar wilayah Gaza, dan Israel mengizinkan masuknya gelombang pasokan bantuan kemanusiaan.
Perang ini dimulai ketika teroris yang dipimpin Hamas menyerbu Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 251 orang. Militan Hamas saat ini masih menyandera 59 orang, dengan 32 di antaranya diperkirakan tewas, setelah pembebasan sebagian besar sandera melalui dua perjanjian gencatan senjata.
Serangan udara dan operasi darat Israel telah menewaskan lebih dari 48.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, meskipun tidak disebutkan berapa banyak dari mereka yang merupakan kombatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
