Sekarang, sekitar 60% bisnisnya bergantung pada pasar AS, dengan barang-barangnya dipasok ke pengecer besar seperti Walmart dan Costco dengan volume pesanan meningkat pesat setelah pengumuman tarif baru oleh Presiden Trump, yang dapat berlaku mulai Selasa hari ini.
Peningkatan ketegangan dalam perang dagang AS-Tiongkok semakin intensif, terutama setelah Trump menerapkan tarif sebesar 10% untuk barang-barang impor dari Tiongkok pada awal Februari. Langkah ini memicu balasan dari China, yang mengenakan tarif terhadap batu bara, gas alam cair, minyak mentah, mesin pertanian, dan kendaraan.
Trump bahkan mengancam untuk menaikkan tarif hingga 20% untuk semua barang impor dari Tiongkok, yang rencananya akan mulai berlaku Selasa hari ini.
Menurut Trump, tarif ini diberlakukan sebagai respons terhadap ketidakmampuan Beijing untuk menghentikan aliran fentanil yang mematikan ke AS.
China pun tengah merancang balasan terhadap langkah AS ini. Global Times melaporkan bahwa Tiongkok mempertimbangkan untuk menerapkan tarif baru, terutama pada produk pertanian dan makanan dari AS.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
