Meskipun belum ada keputusan resmi dari pemerintah AS mengenai langkah selanjutnya, masih kuat yakin bahwa banyak perusahaan Tiongkok akan terus berinvestasi, mengingat ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tarif tersebut.
“Saya rasa banyak orang mengatakan kepada saya bahwa mereka perlu segera pindah dan membangun pabrik di sini karena mereka khawatir tarif akan terus naik,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa ia melihat masa depan yang cerah bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Kamboja, sebagai tempat produksi bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
