Puluhan ribu warga Palestina yang mengungsi telah mencari perlindungan di sekolah-sekolah Gaza, yang sebagian besar telah ditutup sejak perang dimulai 10 bulan lalu.
Bantahan dari Israel
Militer Israel mengatakan jumlah korban tewas dilebih-lebihkan. “Serangan itu dilakukan dengan menggunakan tiga amunisi presisi, yang tidak mungkin menyebabkan jumlah kerusakan seperti yang dilaporkan,” kata Komandan militer Letnan Kolonel Israel Nadav Shoshani dalam sebuah pernyataan.
Ditambahkannya, tidak ada kerusakan parah yang terjadi di kompleks itu, dan disertai foto dan video udara yang katanya membuktikan hal itu. Kompleks tersebut, dan masjid yang diserang di dalamnya, “berfungsi sebagai fasilitas militer Hamas dan Jihad Islam yang aktif,” tambah Nadav Shoshani.
Baca Juga : eorang Pria Memanjat Menara Eiffel, Beberapa Jam Sebelum Upacara Penutupan
Seorang pejabat militer Israel mengatakan bagian masjid yang diserang itu diperuntukkan bagi kaum pria dan kelompok militan Palestina menyusup di antara warga sipil Gaza, beroperasi dari dalam sekolah, rumah sakit, dan zona kemanusiaan yang ditentukan
Seruan lebih lanjut untuk gencatan senjata
“Kanada mengutuk serangan Israel yang menewaskan warga sipil Palestina yang berlindung di sebuah sekolah di Gaza, termasuk anak-anak,” kata Global Affairs di media sosial. “Gencatan senjata segera sangat dibutuhkan, di samping pembebasan sandera.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
