Namun, dalam beberapa kejadian, diduga telah terjadi tindakan antisemitisme, dan beberapa mahasiswa Yahudi merasa tidak aman akibat perkemahan dan pertemuan dengan para pengunjuk rasa tersebut.
Beberapa pihak mengkritik perkemahan ini sebagai bentuk antisemitisme, bahkan ada yang menyamakan para pengunjuk rasa dengan teroris, termasuk Presiden Trump.
Baca Juga : Kamboja Negara Tujuan Relokasi Pabrik-Pabrik Asal China
Protes di kampus UCLA tahun lalu menjadi sorotan nasional saat sekelompok demonstran menyerang mahasiswa, dosen, dan staf yang sedang berkemah di Royce Quad, seperti yang dikatakan pihak universitas.
Insiden ini berlangsung beberapa jam hingga malam, dengan video yang beredar di media sosial menunjukkan adanya penggunaan kembang api dan gas air mata di lokasi tersebut.
Leo Terrell, anggota Gugus Tugas Federal untuk Memerangi Anti-Semitisme dan penasihat senior jaksa agung untuk hak-hak sipil, mengungkapkan dalam pernyataan terkait penyelidikan ini, bahwa “Kondisi yang dialami mahasiswa UC telah menarik perhatian media dan berbagai penyelidikan federal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
