SN – Departemen Kehakiman mengumumkan pada hari, Rabu (05/03/2025), bahwa mereka tengah menyelidiki Universitas California terkait tuduhan antisemitisme yang muncul setelah adanya protes di beberapa kampus terkait konflik antara Israel dan Hamas.
“Departemen Kehakiman berkomitmen untuk selalu melindungi warga Amerika Yahudi, membela hak-hak sipil, dan memanfaatkan sumber daya kami untuk mengatasi antisemitisme yang ada di lingkungan perguruan tinggi di negara kita,” ujar Jaksa Agung Pam Bondi dalam sebuah pernyataan.
Penyelidikan ini, yang berdasarkan pada Judul VII dari Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964, bertujuan untuk mengevaluasi apakah Universitas California (UC) “terlibat dalam praktik atau pola diskriminasi terkait ras, agama, atau asal usul kebangsaan terhadap dosen, staf, dan karyawan lainnya dengan membiarkan adanya lingkungan kerja yang didominasi oleh paham antisemitisme di kampus,” kata pernyataan tersebut.
Setelah serangan teroris Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel dan operasi balasan Israel di Gaza, sejumlah perkemahan mahasiswa muncul di kampus-kampus di seluruh AS, termasuk UCLA dan kampus UC lainnya. Banyak pengunjuk rasa menyerukan agar perang dihentikan, mengakhiri embargo senjata AS terhadap Israel, dan meminta universitas menarik investasinya dari Israel.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
