Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut latihan Freedom Shield sebagai “latihan perang agresif dan konfrontatif” yang berisiko memicu “konflik fisik” di Semenanjung Korea. Kementerian tersebut juga menegaskan kembali tujuan Korea Utara untuk memperkuat kekuatan nuklirnya guna menghadapi ancaman yang mereka klaim datang dari AS dan sekutunya di Asia. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
