Salvador Panelo, mantan pengacara dan juru bicara Duterte, menanggapi pernyataan pemerintah dengan menyebut surat perintah itu berasal dari “sumber yang tidak sah,” beralasan bahwa ICC tidak memiliki yurisdiksi di Filipina. Namun, ICC menyatakan bahwa mereka memiliki yurisdiksi untuk menyelidiki kejahatan yang terjadi sebelum Filipina menarik diri dari Statuta Roma.
Surat perintah penangkapan yang diterima oleh pejabat Filipina menyatakan adanya bukti yang cukup untuk menduga bahwa serangan terhadap para korban berlangsung secara sistematis dan meluas, dengan ribuan orang diduga terbunuh selama masa pemerintahan Duterte. Penangkapan ini dianggap penting untuk memastikan kehadiran Duterte di pengadilan, karena ICC khawatir dia akan mengabaikan panggilan pengadilan.
Baca Juga : Negara-negara dengan Kualitas Udara Terburuk
Duterte dilaporkan ditahan di Pangkalan Udara Villamor dekat bandara Manila. Pemerintah Filipina memastikan bahwa mantan presiden dalam keadaan sehat.
Reaksi Keluarga Korban Pembunuhan Narkoba Duterte
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
