Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap

filipina
Pendukung mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte meneriakkan slogan-slogan saat berkumpul di luar Pangkalan Udara Villamor di sebelah bandara Manila pada 11 Maret 2025 setelah penangkapannya. (JAM STA ROSA / AFP melalui Getty Images)

Pemerintah Duterte berusaha menangguhkan penyelidikan ICC pada 2021, dengan alasan bahwa otoritas Filipina sudah menangani masalah yang sama, sehingga ICC tidak berhak mengintervensi. Namun, pada 2023, pengadilan banding ICC memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan dan menolak keberatan dari pemerintah Duterte.

Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang menggantikan Duterte pada 2022, memilih untuk tidak bergabung kembali dengan ICC. Meski begitu, pemerintahannya menyatakan akan bekerja sama dengan ICC jika badan tersebut meminta bantuan untuk menangkap Duterte melalui Red Notice, yang menginstruksikan lembaga penegak hukum internasional untuk mencari dan menahan seorang tersangka. (Red)

  • Bagikan
Exit mobile version