FBI menyebutkan bahwa Roman-Bardales merupakan seorang pemimpin senior dalam MS-13, yang dikenal sebagai salah satu geng paling terkenal dan brutal, yang awalnya didirikan di Los Angeles pada 1980-an oleh para pelarian dari perang saudara di El Salvador.
Baca Juga : Trump Rilis Dokumen Kematian JFK
Penangkapan Roman-Bardales terjadi di Veracruz, Meksiko, berkat upaya kerja sama internasional. Ia ditemukan di jalan raya Teocelo-Baxtla, dan setelah identitasnya terkonfirmasi, pejabat Meksiko segera menahannya.
Penangkapan ini menyusul ekstradisi 29 tahanan ke AS pada bulan lalu, termasuk gembong narkoba Rafael Caro Quintero, yang dicari terkait dengan pembunuhan agen DEA AS, Kiki Camarena, pada tahun 1985.
Ekstradisi ini berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Meksiko terkait kebijakan tarif. Presiden Trump sebelumnya telah memberlakukan tarif terhadap Meksiko sebagai respons terhadap masalah peredaran fentanil dan imigrasi ilegal.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, merespon dengan memberlakukan tarif balasan. Trump kemudian mengumumkan penundaan sebagian tarif 25% pada impor dari Meksiko, yang berlaku hingga 2 April, setelah melakukan pembicaraan dengan Sheinbaum.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









