Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pemimpin dari Jerman, Denmark, Italia, Belanda, Norwegia, Polandia, Spanyol, Kanada, Finlandia, Swedia, Republik Ceko, dan Rumania. Selain itu, hadir juga Menteri Luar Negeri Turki, Sekretaris Jenderal NATO, serta Presiden Komisi Eropa dan Dewan Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir, pertemuan ini memberikan harapan baru—terutama setelah kunjungan Zelenskyy ke Gedung Putih. Kunjungan Presiden Macron ke Ruang Oval, yang disebutnya sebagai “titik balik,” serta pertemuannya dengan Starmer dipandang sebagai langkah positif. Pertemuan tersebut berlangsung hangat, dengan Trump yang terlihat lebih lembut terhadap Ukraina, meskipun ia belum berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan dari AS dan menekankan bahwa Eropa harus menyediakan pasukan penjaga perdamaian.
Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, menyampaikan dalam wawancara “Face the Nation with Margaret Brennan” bahwa kunjungan tersebut juga menyampaikan pesan bahwa konflik ini “jauh lebih luas” dari sekadar kedaulatan Ukraina.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
