Pasukan Israel Menduduki Zona Penyangga di Suriah

Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kiri, mengunjungi pasukan Israel di dalam zona penyangga di Suriah pada hari Selasa. (Kantor Pers Pemerintah Israel/The Associated Press)

SN – Militer Israel akan tetap berada di dalam wilayah Suriah yang seharusnya merupakan zona demiliterisasi tanpa batas waktu, ungkap Perdana Menteri ISrael Benjamin Netanyahu pada hari Selasa (17/12/2024) lalu, hal ini merupakan bagian dari apa yang ia gambarkan sebagai upaya untuk memperkuat keamanan di tengah kekacauan di Suriah.

Pasukan tersebut akan tetap berada “sampai ditemukan pengaturan lain yang akan menjamin keamanan Israel,” kata Netanyahu di puncak Gunung Hermon, yang terbagi antara Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, Lebanon, dan Suriah.

Israel memasuki zona penyangga demiliterisasi, di sebelah timur Dataran Tinggi Golan, awal bulan Desember setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad. Perebutan wilayah Suriah seluas sekitar 400 kilometer persegi memicu tuduhan bahwa Israel melanggar gencatan senjata yang ditengahi PBB tahun 1974, yang menetapkan zona tersebut dan bahwa Israel memanfaatkan kekacauan di negara tetangganya di timur laut untuk merebut Dataran Tinggi Golan.

Sebagai tambahan informasi, Israel merebut dan mengambil alih Dataran Tinggi Golan pertama kali dalam perang Arab-Israel pada tahun 1967. Klaim ini kemudian diakui karena merupakan wilayah yang di rebut dikarenakan menang dalam peperangan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang tampil bersama Netanyahu, mengatakan ia menginstruksikan militer untuk segera membangun kehadiran termasuk benteng pertahanan, untuk mengantisipasi dan mempersiapkan, apa yang mungkin akan menjadi wilayah pertahanan untuk waktu yang panjang di daerah tersebut.

Baca Juga : 3 Pria Dari Inggris Ditangkap dan Didakwa atas pembunuhan di Ontario

“Puncak gunung tersebut, yang merupakan titik tertinggi di kawasan itu, akan menjadi mata negara Israel, untuk mengidentifikasi musuh-musuh kami yang berada di dekat maupun yang jauh,” ungkap Katz.

  • Bagikan
Exit mobile version