“Kami sangat lega dan senang bahwa pencarian dilanjutkan lagi setelah jeda yang begitu lama,” kata Grace Nathan, 36 tahun, warga Malaysia yang kehilangan ibunya dalam kecelakaan pesawat naas itu.
Baca Juga : Asteroid “Pembunuh Kota” Bukan Lagi Ancaman
Pada bulan Desember, Anthony mengatakan pencarian baru tersebut akan menggunakan prinsip “tidak ditemukan, tidak dikenakan biaya” seperti pencarian Ocean Infinity sebelumnya, di mana pemerintah hanya akan membayar jika menemukan pesawat tersebut.
Kontrak tersebut berlaku selama 18 bulan dan Malaysia akan membayar $70 juta kepada perusahaan tersebut jika pesawat itu ditemukan.
Ocean Infinity, yang berkantor pusat di Inggris dan Amerika Serikat, melakukan perburuan yang tidak berhasil pada tahun 2018. Upaya pertama perusahaan tersebut menyusul pencarian besar-besaran yang dipimpin Australia terhadap pesawat tersebut yang berlangsung selama tiga tahun sebelum dihentikan pada bulan Januari 2017.
Pencarian tersebut meliputi wilayah seluas 46.300 mil persegi di Samudra Hindia tetapi hampir tidak menemukan jejak pesawat, hanya beberapa bagian puing yang ditemukan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









