Menteri Kennedy juga mengungkapkan dalam artikelnya bahwa wabah yang terjadi di Texas “terutama menyerang anak-anak,” dengan 116 dari 146 kasus melibatkan individu di bawah usia 18 tahun. Laporan DSHS mengungkapkan bahwa 79 kasus terkonfirmasi melibatkan anak-anak yang belum menerima vaksin MMR, sementara 62 kasus lainnya memiliki status vaksinasi yang tidak jelas, dan setidaknya lima orang yang terinfeksi telah divaksinasi.
Dr. Céline Gounder, kontributor medis baru-baru ini menyebutkan bahwa penurunan kecil dalam tingkat vaksinasi bisa memicu wabah. “Wabah ini bermula di komunitas Mennonite yang memiliki tingkat vaksinasi rendah, dan kami telah melihat peningkatan jumlah pengecualian vaksin di Texas dalam beberapa tahun terakhir,” kata Gounder.
Sebelumnya, Dr. Amesh Adalja, seorang pakar penyakit menular dari Johns Hopkins, menyebutkan dalam wawancara dengan CBS News bahwa wabah di Texas “sangat mengkhawatirkan, karena sebenarnya bisa dicegah.” Ia menyoroti bahwa Texas memiliki tingkat vaksinasi yang rendah dan tingkat pengecualian vaksin yang tinggi, yang berkontribusi pada meningkatnya jumlah kasus campak, termasuk rawat inap akibat penyakit tersebut. Adalja menekankan bahwa ini seharusnya menjadi pengingat bahwa campak tetap merupakan ancaman jika langkah pencegahan tidak diambil.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









