Israel Lancarkan Serangan Baru di Gaza

gaza
Para pelayat berkumpul di dekat jenazah warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel, di sebuah rumah sakit di Kota Gaza, 18 Maret 2025. Foto: Stringer/REUTERS

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, menyatakan bahwa jika Hamas tidak membebaskan seluruh sandera, Israel akan meningkatkan serangannya dengan kekuatan yang lebih besar. Selama akhir pekan, Witkoff memperingatkan bahwa Hamas harus segera membebaskan sandera atau menghadapi konsekuensi berat.

Baca Juga : Amerika dan Rusia Sepakat Gencatan Senjata di Ukraina

Keluarga sandera Israel mengkritik keputusan Netanyahu untuk melanjutkan pertempuran, dengan alasan bahwa hal tersebut dapat membahayakan nyawa sandera yang masih berada di Gaza. Mereka mengorganisir protes untuk menuntut agar negosiasi pengembalian sandera dilanjutkan.

PBB juga mengecam serangan tersebut, dengan Volker Turk, kepala hak asasi manusia PBB, menyebutnya sebagai tragedi tambahan. Farhan Haq, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, menyerukan agar gencatan senjata dihormati dan bantuan kemanusiaan segera diberikan.

Mesir yang turut membantu dalam negosiasi gencatan senjata bersama AS dan Qatar, mengutuk serangan Israel dan menyebutnya sebagai pelanggaran gencatan senjata yang berisiko merusak stabilitas kawasan.

  • Bagikan
Exit mobile version