SN – Negara Swiss mulai sibuk menghabiskan 220 juta franc Swiss (hampir Rp 4 Triliun ) untuk memastikan bunker nuklirnya dalam kondisi prima dan siap menampung sembilan juta penduduk Swiss, jika diperlukan.
“Hampir semua orang Swiss memiliki tempat perlindungan bom, yang telah digunakan sejak lama sebagai unit penyimpanan mereka,” kata pakar nuklir Stephen Herzog kepada pembawa acara As It Happens, Nil Köksal.
Namun hal ini bukan skenario yang tidak biasa di Swiss, karena Swiss memang sebuah negara dengan jaringan terbesar tempat perlindungan nuklir era Perang Dingin. Baik bunker publik maupun swasta, banyak bunker di antaranya selama ini telah beralih fungsi sebagai tempat penyimpanan dan telah rusak karena lama di tinggalkan.
Namun, meningkatnya konflik global, ditambah dengan meningkatnya ketergantungan pada energi nuklir, membuat negara itu sekali lagi bersiap menghadapi skenario terburuk.
Ketahanan nuklir ‘tertanam dalam jiwa masyarakat Swiss’
Herzog adalah seorang profesor di Pusat Studi Nonproliferasi di Monterey, California, yang sebelumnya bekerja di Institut Teknologi Federal Swiss di Zurich.
Bunker nuklir, katanya, “sudah tertanam dalam jiwa masyarakat Swiss.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









