Pada hari Selasa kemarin, Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa Beijing akan “berjuang sampai akhir” dan melakukan pembalasan terhadap AS jika Trump tidak menarik ancamannya.
Baca Juga : BI Adakan Rapat Dewan Gubernur Respon Tarif Resiprokal Trump
Dalam konferensi pers yang berlangsung pada hari Selasa, Leavitt menjelaskan bahwa tarif pembalasan yang dikenakan terhadap sekitar 90 negara bertujuan untuk membuka jalur perundingan dengan mitra dagang AS.
“Kepada negara-negara di seluruh dunia, berikan penawaran terbaik Anda, dan dia akan mendengarkan,” ujar Leavitt mengenai Trump. “Kesepakatan hanya akan tercapai jika itu menguntungkan bagi pekerja AS.”
Leavitt juga menambahkan bahwa 70 negara telah menghubungi Gedung Putih untuk memulai negosiasi dan kemungkinan akan menurunkan tarif yang diterapkan jika ada konsesi yang menguntungkan AS menurut Trump.
“Di sisi lain, negara-negara seperti China, yang memilih untuk membalas dan memperburuk kondisi bagi pekerja AS, sedang membuat kesalahan,” kata Leavitt.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
