Venezuela Setuju Terima Warga Negaranya Yang dideportasi Amerika

deportasi
Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello berjalan menuruni pesawat setelah kedatangan 311 migran Venezuela di Bandara Internasional Simon Bolivar di Maiquetia, Venezuela, pada 20 Maret 2025. Venezuela pada hari Kamis menerbangkan pesawat yang penuh dengan warganya dari Meksiko, sebagian besar dari mereka adalah migran yang menuju AS yang perjalanannya berakhir sebelum waktunya karena Washington menindak tegas imigran ilegal. (PEDRO MATTEY/AFP melalui Getty Images)

Pejabat AS mengonfirmasi pada Minggu malam bahwa penerbangan pertama telah tiba di Venezuela, dengan membawa 199 orang, termasuk yang diduga merupakan anggota geng Tren de Aragua. Meski demikian, para pejabat tidak memberikan rincian mengenai jumlah pasti anggota geng tersebut atau bagaimana afiliasi mereka ditentukan.

Maduro kemudian mengonfirmasi langkah tersebut dalam sebuah acara publik, menyatakan, “Kami akan melanjutkan penerbangan untuk menyelamatkan dan membebaskan migran yang ada di penjara AS.” Maduro juga menyebutkan bahwa dia menganggap Presiden El Salvador, Nayib Bukele, bertanggung jawab atas kesejahteraan warga Venezuela yang dideportasi ke negaranya.

“Bukele harus menjamin kesehatan mereka, dan cepat atau lambat, mereka harus dibebaskan karena mereka telah diculik,” ujar Maduro.

Baca Juga : Paus Fransiskus Kembali Menuju Vatikan

Pemerintahan Trump sebelumnya menduga bahwa sebagian besar orang yang dideportasi tersebut adalah anggota Tren de Aragua, sebuah geng yang dikenal dengan aksi kekerasannya. Pada 15 Maret, Trump mengesahkan Undang-Undang Musuh Asing, yang memungkinkan deportasi non-warga negara selama masa perang, meskipun seorang hakim federal mengeluarkan perintah sementara untuk menangguhkan deportasi. Namun, pesawat yang membawa deportan tersebut sudah terbang saat keputusan pengadilan dikeluarkan.

  • Bagikan
Exit mobile version