Pejabat AS mengonfirmasi pada Minggu malam bahwa penerbangan pertama telah tiba di Venezuela, dengan membawa 199 orang, termasuk yang diduga merupakan anggota geng Tren de Aragua. Meski demikian, para pejabat tidak memberikan rincian mengenai jumlah pasti anggota geng tersebut atau bagaimana afiliasi mereka ditentukan.
Maduro kemudian mengonfirmasi langkah tersebut dalam sebuah acara publik, menyatakan, “Kami akan melanjutkan penerbangan untuk menyelamatkan dan membebaskan migran yang ada di penjara AS.” Maduro juga menyebutkan bahwa dia menganggap Presiden El Salvador, Nayib Bukele, bertanggung jawab atas kesejahteraan warga Venezuela yang dideportasi ke negaranya.
“Bukele harus menjamin kesehatan mereka, dan cepat atau lambat, mereka harus dibebaskan karena mereka telah diculik,” ujar Maduro.
Baca Juga : Paus Fransiskus Kembali Menuju Vatikan
Pemerintahan Trump sebelumnya menduga bahwa sebagian besar orang yang dideportasi tersebut adalah anggota Tren de Aragua, sebuah geng yang dikenal dengan aksi kekerasannya. Pada 15 Maret, Trump mengesahkan Undang-Undang Musuh Asing, yang memungkinkan deportasi non-warga negara selama masa perang, meskipun seorang hakim federal mengeluarkan perintah sementara untuk menangguhkan deportasi. Namun, pesawat yang membawa deportan tersebut sudah terbang saat keputusan pengadilan dikeluarkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
