SN, Jakarta – Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, pengeluaran rumah tangga untuk rokok dan tembakau hampir menyamai belanja protein hewani. Fakta ini memicu keprihatinan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait prioritas konsumsi masyarakat Indonesia.
dr. Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, mengungkapkan bahwa persentase pengeluaran rokok di berbagai kuintil cukup signifikan. Pada kuintil 1 hingga kuintil 5, rata-rata belanja untuk rokok berkisar antara 11,35% hingga 14,30% dari total pengeluaran. Sementara itu, pengeluaran untuk protein hewani, seperti ikan, daging, dan susu, hanya sedikit lebih tinggi, yaitu antara 14,83% hingga 20,6%.
“Data ini menunjukkan bahwa keluarga Indonesia cenderung memprioritaskan konsumsi rokok dibandingkan protein hewani. Padahal, protein sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas hidup,” ujar dr. Endang dalam Konferensi Pers Hari Gizi Nasional di Jakarta, Selasa (21/1).
Tantangan Gizi dan Dampak pada Generasi Muda
Fenomena ini terjadi di tengah kompleksnya tantangan gizi yang dihadapi Indonesia. Stunting pada balita tercatat mencapai 21,5%, gizi kurang 8,5%, dan anemia pada ibu hamil 27,7%. Pola makan masyarakat yang rendah protein hewani juga berdampak buruk pada kesehatan anak-anak, dengan konsumsi protein balita hanya 21,6%.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
