“Saya belum pernah bertemu satu pun manusia yang berkata, ‘Ada banyak plastik di otak saya dan saya baik-baik saja dengan itu,’” katanya.
Studi tersebut membandingkan sampel jaringan hati, ginjal, dan otak dari otopsi yang dilakukan pada tahun 2016 dan 2024, dan menemukan “konsentrasi mikroplastik yang jauh lebih tinggi” pada jaringan otak tahun 2024. Para peneliti juga melakukan analisis serupa pada otopsi lama dan baru-baru ini untuk orang-orang yang meninggal dengan diagnosis demensia yang dikonfirmasi, dan menemukan konsentrasi yang “jauh lebih tinggi”.
Baca Juga : Biola Stradivarius Dari Tahun 1714 Bisa Menjadi Alat Musik Termahal di Dunia
Meskipun tidak jelas bagaimana partikel benar-benar diangkut ke otak, Campen mengatakan ukuran mikro dan nanoplastik, yang berukuran 200 nanometer atau kurang, tidak jauh lebih besar dari virus dan karena itu cukup kecil untuk melewati penghalang darah-otak.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mendeteksi 12 polimer berbeda, yang paling umum adalah polietilena, yang banyak digunakan untuk kemasan dan wadah, termasuk botol dan gelas, ungkapnya dalam siaran pers tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








