Tidak ada tanda-tanda bahwa virus tersebut menyebar dari orang ke orang, suatu sifat utama yang diperhatikan para ilmuwan dalam menilai potensi pandemi suatu virus flu.
Dalam sebuah pernyataan, CDC mengonfirmasi bahwa warga Louisiana adalah orang pertama yang meninggal akibat flu burung H5N1 di AS.
“CDC telah mempelajari informasi yang tersedia tentang orang yang meninggal di Louisiana dengan saksama dan terus menilai bahwa risiko terhadap masyarakat umum tetap rendah. Yang terpenting, tidak ada penularan antarmanusia yang teridentifikasi.”
Mutasi serupa dengan yang ditemukan pada pasien lain
Para pejabat AS juga mengatakan analisis genetika menunjukkan virus flu burung telah bermutasi saat berada di dalam tubuh pasien Louisiana. Mutasi tersebut mungkin telah meningkatkan kemampuan virus untuk menempel pada sel-sel di saluran pernapasan bagian atas, menurut ringkasan teknis dari CDC.
Sampel dari seorang remaja di British Columbia menunjukkan mutasi serupa, demikian dilaporkan peneliti Kanada dan AS minggu lalu. Mereka mengatakan seorang gadis berusia 13 tahun, telah dirawat intensif dan tidak lagi membutuhkan oksigen tambahan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








