Jokowi merinci, bahwa sepanjang 2022, surplus neraca perdagangan Indonesia tertinggi berasal dari Amerika Serikat (AS), India, dan Uni Eropa. Nilai surplus perdagangan Indonesia dengan AS mencapai US$ 16,6 miliar atau Rp 253 triliun. Kemudian dengan India sebesar US$ 14,1 miliar atau Rp 215 triliun. Kemudian perdagangan dengan Uni Eropa, tercatat surplus sebesar US$ 9,8 miliar atau Rp 149 miliar.
Sementara dengan mitra dagang erat, China kata Jokowi saat ini Indonesia masih mencatatkan defisit neraca perdagangan sebesar US$ 1,7 miliar. Namun, berdasarkan data resmi dari Negeri Tirai Bambu, transaksi perdagangan Indonesia dan China sudah mencetak surplus sebesar US$ 6 miliar.
“Seumur-umur dengan China selalu defisit US$ 17 miliar, besar sekali. Sekarang catatan kita, di catatan kita masih minus US$ 1,7 miliar. Tapi catatan yang ada di Kemenlu, kita sudah surplus US$ 6 miliar, ini ada beda pencatatan saja,” pungkas Jokowi di lansir dari CNBC Indonesia, Minggu, (26/02/2023).
Tentu dengan capaian 5 tahun dan 10 tahun kepemimpinan Jokowi, yang hanya menyisakan 4 bulan lagi di akhir masa jabatan 20 Oktober 2024 adalah kado terbaik di HUT ke-63 Presiden Jokowi. Keberhasilan spektakuler ini akan menjadi catatan sejarah yang gemilang di bidang perekonomian dan pembangunan modern.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
