“Dalam kerangka percepatan pembangunan ala Presiden Prabowo Subianto, nilai-nilai seperti gotong royong, solidaritas lokal, dan kepedulian sosial justru memperoleh relevansi baru,” tukas perempuan berhijab ini.
Resti menambahkan, bahwa nilai ini telah lama menjadi identitas Indonesia, namun kini menghadapi tantangan zaman yang membutuhkan penguatan kembali. Karena itu, 98 Resolution Network menempatkan solidaritas bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi sebagai kapital sosial modern yang memperkuat ketahanan nasional.
“Gotong royong, dalam konteks ini, naik kelas. Bukan hanya tradisi budaya, melainkan instrumen strategis yang menopang stabilitas sosial dan ekonomi,” ucapnya.
Peran Dunia Usaha dalam Mengokohkan Solidaritas
Sementara itu Koordinator #WargaPeduliWarga Eli Salomo, mengatakan, keterlibatan PT Krakatau Chandra Energi menjadi ilustrasi bahwa dunia usaha semakin mengambil peran dalam memperkuat kohesi sosial di daerah. Langkah ini bukan hanya wujud tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan hubungan harmonis antara industri dan masyarakat sekitar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
