SN, Jakarta – Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, turut serta dalam Kongres Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Juli 2025, di Jakarta. Kehadirannya dalam forum politik berskala nasional ini menandai partisipasi aktif pejabat daerah dalam memperkuat arah perjuangan partai, sekaligus menegaskan dukungannya terhadap agenda-agenda progresif yang diusung PSI.
Kongres yang melibatkan kader, pengurus pusat, serta delegasi dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut menjadi ruang strategis bagi PSI untuk mengonsolidasikan visi dan strategi politik menjelang pemilu nasional yang akan datang. Isu-isu nasional yang turut dibahas meliputi pemberantasan korupsi, peningkatan mutu pendidikan, kesetaraan gender, hingga transformasi digital sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan.
Dalam keterangannya kepada media, Aurum Titu Eki menyampaikan bahwa keikutsertaannya bukan sekadar representasi simbolik, tetapi merupakan bentuk nyata dari komitmen terhadap politik yang berpihak pada keadilan sosial dan pemberdayaan generasi muda.
“Kongres ini menjadi titik temu penting untuk memperkuat narasi perjuangan PSI dalam membangun politik yang bersih, transparan, dan berpihak pada rakyat. Sebagai generasi muda yang dipercaya memegang amanah pemerintahan daerah, saya percaya bahwa diskursus politik nasional perlu diisi oleh energi baru yang progresif dan inklusif,” ujar Aurum.
Baca Juga : Dari Bung Hatta ke Desa Merah Putih: Warisan Ekonomi Kerakyatan Hidup Kembali
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara aktor politik nasional dan pejabat daerah harus diperkuat, demi membangun ekosistem demokrasi yang lebih partisipatif dan solutif terhadap tantangan kebangsaan.
“Keterlibatan anak muda dalam ruang-ruang pengambilan keputusan strategis bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Politik hari ini harus menjadi medium pemberdayaan, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Kita membutuhkan arah politik yang mencerahkan dan memberdayakan,” imbuhnya.
Kehadiran Aurum dalam kongres PSI juga menjadi sorotan tersendiri di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Kupang, mengingat posisinya sebagai salah satu pemimpin daerah muda yang aktif menjalin relasi politik lintas daerah. Hal ini sekaligus mencerminkan munculnya gelombang baru dalam kepemimpinan daerah—yakni pemimpin yang tidak hanya berpikir lokal, tetapi juga berorientasi nasional dan global.
Pengamat politik menilai bahwa partisipasi tokoh-tokoh daerah dalam agenda-agenda nasional seperti kongres partai merupakan wujud dari penguatan demokrasi partisipatif dan desentralisasi politik yang sehat. Dengan semakin banyaknya pemimpin daerah yang terlibat dalam wacana nasional, kebijakan publik pun diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan rakyat. (Ein)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
