Keterlibatan mereka tentunya diawali pada wilayah administrasi di tingkat lokal, yaitu kota dan kabupaten. Latar belakang ini harus didukung oleh berbagai pihak untuk penguatan kapasitas, seperti pengetahuan atau pun tahapan dalam perencanaan inklusif.
Raditya menambahkan, kerja sama selama ini antara BNPB dan ICLEI atau International Council for Local Environmental Initiatives untuk menekankan pentingnya membangun kapasitas pemerintah daerah dalam kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana.
“Program bersama juga bertujuan untuk memperkuat adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim, yang sangat penting bagi masa depan kita semua,” tambah Raditya.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB mengatakan dampak bencana alam semakin terasa nyata dan sistemik, berjenjang dan bermata rantai.
“Saat ini siklon tropis Yagi sedang melanda 5 negara di ASEAN. Badai yang semakin kuat, banjir yang lebih sering, kekeringan yang merusak hasil pertanian dan perubahan pola cuaca ekstrem lainnya telah menjadi tantangan sehari-hari terhadap daerah di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
