BNPB mengharapkan dengan adanya peringatan dini bahaya, masyarakat dalam melakukan aksi atau respons cepat sehingga nyawa mereka terhindar dari ancaman bahaya.
Direktur Peringatan Dini BNPB menekankan, program ini merupakan stimulan, dimana keberlanjutan dan pengembangan program serupa bisa dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan instansi terkait di daerah.
Di sisi lain, BNPB berharap komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perhatian dalam upaya perawatan serta operasionalisasi peralatan peringatan dini.
Selain itu, para pemangku kepentingan, dalam hal ini organisasi perangkat daerah terkait, dapat saling berkoordinasi dan berkomunikasi sebagai bentuk konkret implementasi pelaksanaan sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat.
“Mereka selaku instansi yang melakukan monitoring dan analisis,” tambahnya.
Kegiatan penguatan kapasitas berbasis Masyarakat dilakukan dalam bentuk lokakarya kepada 30 personel tim siaga bencana Desa Yosonegoro. Materi lokakarya berupa penyampaian materi – materi penguatan respons Masyarakat. Pada kesempatan itu, para peserta berkesempatan untuk meninjau alat diseminasi peringatan dini yang telah terpasang di Desa Yosonegoro.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
