Dengan kata lain, dukungan pertanahan bekerja pada tiga titik penting: memastikan tanah tersedia, memastikan status hukumnya, dan membantu menyelesaikan sengketa apabila muncul persoalan.
Tantangan di Lapangan
Pembangunan geotermal memiliki karakteristik berbeda dengan pembangunan infrastruktur biasa. Lokasi sumber panas bumi ditentukan oleh kondisi geologi, sehingga proyek tidak selalu dapat dipindahkan ke lokasi lain hanya karena persoalan ketersediaan lahan.
Karena itu, sejak tahap perencanaan, aspek pertanahan perlu diperhitungkan secara matang.
Keterlambatan penyelesaian tanah dapat berdampak pada keseluruhan jadwal proyek. Sebaliknya, kepastian hukum sejak awal dapat membantu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Di sinilah koordinasi antara Kementerian ESDM, ATR/BPN, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi penting.
Penghargaan yang diterima ATR/BPN menunjukkan bahwa kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dinilai penting dalam pengembangan panas bumi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








