“Kita, saya tugaskan untuk menteri-menteri semua berpencar, mengecek, melihat, memeriksa semua perkembangan di semua daerah yang terdampak,” kata Presiden. Pernyataan ini menempatkan pemerintah pada posisi yang jelas: kehadiran negara tidak berhenti pada empati, tetapi harus diterjemahkan ke dalam kerja administratif dan kebijakan konkret.
Namun, Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia, meski merupakan negara besar dan makmur, tidak kebal terhadap tantangan alam. Dalam refleksi yang lebih luas, ia menekankan pentingnya hubungan yang lebih arif antara manusia dan lingkungan.
“Alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat, tidak boleh kita rusak alam,” ujarnya. Pada saat yang sama, Presiden mengajak masyarakat untuk tetap waspada, karena alam kerap menghadirkan cobaan yang tidak selalu dapat diprediksi.
Pesan ini relevan dengan konteks bencana yang melanda wilayah tersebut. Ia menyiratkan bahwa pemulihan tidak hanya soal bantuan darurat, tetapi juga menyangkut perubahan cara pandang terhadap pengelolaan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
