Jakarta, SN – Fenomena mengejutkan terjadi di pasar keuangan domestik saat gugatan hasil Pilpres 2024 bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK). Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa terjadi aliran modal asing keluar sebesar Rp1,36 triliun dalam satu pekan terakhir.
Asisten Gubernur Bank Indonesia, Erwin Haryono, menyatakan bahwa data transaksi pada 25–27 Maret 2024 menunjukkan bahwa nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan jual neto sebesar Rp1,36 triliun.
Jumlah tersebut terdiri dari beli neto sebesar Rp0,97 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), jual neto Rp1,59 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp0,74 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Sementara itu, persidangan sengketa Pilpres 2024 berlanjut di MK, memunculkan ketidakpastian di kalangan investor.
Fenomena ini menjadi sorotan karena keputusan MK dapat berdampak signifikan pada stabilitas politik dan ekonomi nasional.
Erwin Haryono menegaskan bahwa BI akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah serta otoritas terkait untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
