Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gaung Puncak Peringatan Bulan PRB 2025 Menggema di Trowulan, Bendera Pataka Diboyong ke Ujung Barat Pulau Jawa

gaung-puncak-peringatan-bulan-prb-2025-menggema-di-trowulan-bendera-pataka-diboyong-ke-ujung-barat-pulau-jawa
Gaung Puncak Peringatan Bulan PRB 2025 Menggema di Trowulan, Bendera Pataka Diboyong ke Ujung Barat Pulau Jawa

Dengan suara yang tenang dan sarat akan empati, keduanya mengajak hadirin yang hadir untuk berdoa bersama atas beberapa kejadian bencana yang melanda wilayah Jawa Timur, seperti gempabumi bermagnitudo (M) 5,7 Banyuwangi, Gempabumi M 6,5 Sumenep dan yang masih dalam penanganan yakni bencana kegagalan teknologi yang menimpa para santri di pondok pesantren Al Khoziny.

“Suasana yang prihatin ini, mari kita doakan semua petugas semoga diberikan keselamatan. Kepada keluarga korban yang terdampak diberikan kekuatan dan yang kepada yang berpulang khusnul khotimah,” ucap Emil Dardak.

“Mohon doanya, semoga bencana semacam ini tidak terulang di kemudian hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selalu tampil untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi darurat bencana,” kata Pratikno.

Momentum itu sekaligus menghadirkan rasa kebersamaan yang nyata bahwa di balik peringatan Bulan PRB 2025, ada makna kemanusiaan yang tak boleh lepas. Bencana memang dapat terjadi dan datang kapan saja. Hanya dengan hati yang bersatu bangsa ini akan tetap tangguh.

Baca Juga :  BNPB Berbagi Pengetahuan Kebencanaan di Hadapan Mahasiswa NUS, Dorong Ketangguhan Menuju Indonesia Emas 2045
  • Bagikan