Dengan suara yang tenang dan sarat akan empati, keduanya mengajak hadirin yang hadir untuk berdoa bersama atas beberapa kejadian bencana yang melanda wilayah Jawa Timur, seperti gempabumi bermagnitudo (M) 5,7 Banyuwangi, Gempabumi M 6,5 Sumenep dan yang masih dalam penanganan yakni bencana kegagalan teknologi yang menimpa para santri di pondok pesantren Al Khoziny.
“Suasana yang prihatin ini, mari kita doakan semua petugas semoga diberikan keselamatan. Kepada keluarga korban yang terdampak diberikan kekuatan dan yang kepada yang berpulang khusnul khotimah,” ucap Emil Dardak.
“Mohon doanya, semoga bencana semacam ini tidak terulang di kemudian hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selalu tampil untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi darurat bencana,” kata Pratikno.
Momentum itu sekaligus menghadirkan rasa kebersamaan yang nyata bahwa di balik peringatan Bulan PRB 2025, ada makna kemanusiaan yang tak boleh lepas. Bencana memang dapat terjadi dan datang kapan saja. Hanya dengan hati yang bersatu bangsa ini akan tetap tangguh.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
