Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai EV di Karawang: USD 5,9 M dan Lompatan Hilirisasi Berkeadilan

Kontributor : SN Editor: Redaksi
groundbreaking-ekosistem-industri-baterai-ev-di-karawang-usd-59-m-dan-lompatan-hilirisasi-berkeadilan

Karawang, SNC – Presiden Prabowo Subianto resmi meletakkan batu pertama ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi konsorsium ANTAM‑IBC‑CBL di kawasan Artha Industrial Hills (AIH) sebagai tanda adanya Lompatan Hilirisasi.

Proyek Strategis Nasional (PSN) bernilai USD 5,9 miliar ini dibangun di atas lahan 3.023 ha dan diperkirakan menyerap 8 000 tenaga kerja langsung serta 35 000 tidak langsung—dorongan baru bagi ekonomi lokal sekaligus akselerator agenda transisi energi Indonesia.

“Kunci pembangunan bangsa adalah kemampuan mengolah sumber alam menjadi produk bernilai tambah tinggi untuk kemakmuran rakyat,” tegas Prabowo.

Hilirisasi yang Adil bagi Daerah

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan arahan presiden agar hilirisasi “harus berkeadilan.” Ia meminta konsorsium membuka ruang bagi pengusaha dan tenaga kerja daerah.

“Jadikan anak‑anak daerah tuan di negerinya sendiri, bukan hanya penonton,” ujar Bahlil.

Ekosistem ini mencakup enam sub‑proyek: lima fasilitas tambang, smelter HPAL dan katoda NCM di Feni Haltim, Halmahera Timur, serta satu pabrik sel baterai di Karawang. Fase pertama pabrik Karawang akan berkapasitas 6,9 GWh, meningkat menjadi 15 GWh pada fase kedua, dengan operasi komersial ditargetkan akhir 2026.

  • Bagikan
Exit mobile version