Melki juga mendukung program akselerasi pemasyarakatan yang dicanangkan Kementerian Imipas, termasuk program ketahanan pangan berbasis kegiatan warga binaan. Menurutnya, lapas di NTT dapat bertransformasi menjadi sentra produksi pangan yang memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap warga binaan.
Fokus Serius pada Isu Sosial
Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berujung pada pidana. Ia menyebutkan bahwa sekitar 70% penghuni lapas di NTT adalah pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Ini alarm keras bagi kita semua. Persoalan kekerasan perempuan dan anak harus kita tangani serius. Kami di Pemprov NTT bersama Forkopimda berkomitmen mengatasi masalah ini sampai ke akarnya,” tegasnya.
Melki berjanji untuk memperkuat program perlindungan perempuan dan anak serta meningkatkan edukasi masyarakat agar kasus serupa dapat ditekan di masa depan.
Semangat Baru Pemasyarakatan
Menteri Imipas Agus Andrianto dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran pemasyarakatan untuk bertransformasi dari paradigma lama menuju sistem yang lebih humanis dan produktif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
