Peringatan ini memperlihatkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kesiapsiagaan terhadap ancaman yang dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Ketika sebagian daerah masih berjibaku memadamkan karhutla, wilayah lain perlu mengantisipasi dampak hujan ekstrem.
Pemantauan dan Pencegahan Harus Berjalan Bersamaan
Penanganan karhutla di Way Kambas dan Arjuno-Welirang menegaskan pentingnya menggabungkan pemadaman langsung, pemantauan teknologi, koordinasi lintas instansi, dan perlindungan petugas.
Drone termal, pemantauan udara, data satelit, serta laporan tim darat dapat membantu mengidentifikasi lokasi prioritas. Namun, hasilnya harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penanganan di lapangan agar bara tersembunyi tidak berkembang menjadi titik api baru.
Dalam materi kebencanaan tersebut, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menyampaikan perkembangan penanganan karhutla dan peringatan potensi cuaca ekstrem.
Ke depan, keberhasilan penanganan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga oleh kemampuan mencegah kebakaran berulang, menjaga kawasan konservasi, dan memastikan keselamatan personel maupun masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








