Ia menambahkan, posisi Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi sekaligus CEO BPI Danantara akan menyulitkan pengawasan independen dan berpotensi membuka ruang intervensi kebijakan yang tidak sehat.
“Kami mendesak Rosan Roeslani untuk memilih: tetap sebagai Menteri Investasi atau fokus sebagai CEO BPI Danantara. Jangan nyambi! Ini bukan main-main, yang dikelola adalah aset ribuan triliun rupiah, lima kali lipat dari APBN kita,” tegasnya.
Belajar dari Kasus Jiwasraya dan Asabri
Putri Khairunnisa juga mengingatkan agar pemerintah belajar dari skandal Jiwasraya dan Asabri, di mana salah kelola investasi menyebabkan kerugian besar bagi negara.
“Kami tidak ingin Danantara menjadi bom waktu baru. Kunci keberhasilan lembaga ini adalah transparansi, profesionalisme, dan pengelolaan tanpa konflik kepentingan,” ujarnya.
KNPI Minta Pandu Syahrir Lepas Jabatan di Perusahaan Swasta
Selain Rosan Roeslani, DPP KNPI juga mendesak Wakil Kepala BPI Danantara, Pandu Syahrir, untuk segera melepas jabatan-jabatannya di perusahaan swasta demi menjaga independensi lembaga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
