Bagi masyarakat, urusan sertipikat bukan administrasi biasa. Sertipikat adalah bukti kepemilikan, jaminan kepastian hukum, sekaligus prasyarat akses ekonomi—dari kredit perbankan hingga investasi. Penundaan layanan, bahkan hanya beberapa hari, bisa berdampak panjang.
Karena itu, ketika layanan pertanahan tetap dibuka di hari libur, warga merespons dengan antusias. Pengurusan alih media sertipikat elektronik, roya, hingga konsultasi pertanahan tetap berjalan. Proses yang biasanya terhenti oleh kalender kini menemukan jalannya.
Fenomena ini sekaligus menelanjangi problem klasik birokrasi: jam layanan yang tidak sejalan dengan ritme hidup masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga dipaksa menyesuaikan diri dengan negara. Kini, untuk pertama kalinya, negara tampak berusaha menyesuaikan diri dengan warga.
Layanan Pertanahan Lawan Budaya Libur, Melawan Budaya Libur
Meski patut diapresiasi, layanan di hari libur bukan tanpa risiko. Budaya libur dalam birokrasi bukan sekadar soal malas bekerja, melainkan soal sistem kerja yang rigid dan berorientasi jam kantor. Membuka layanan di hari libur tanpa perubahan struktural berpotensi menjadikan kebijakan ini sebagai pengecualian permanen—bukan norma baru.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
