Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menyiapkan Masyarakat Tangguh di Pesisir Selatan Yogyakarta: Langkah Strategis Hadapi Bencana

IMG 20240629 093426
Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., yang membawa bendera BNPB saat konpers di Kelurahan Karangwuni, Yogyakarta, Kamis (27/6). Foto: BNPB

Kulon Progo, SN – Ada sebuah desa yang cantik bernama Kalurahan Karangwuni. Lokasinya berada di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, lokasi desa ini berada di pesisir selatan dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Kecantikan dari Kalurahan Karangwuni ini tak lepas dari menjamurnya spot wisata di sepanjang garis pantai. Sebut saja Pantai Glagah, Pantai Krida, Pantai Palma, Pantai Raziman dan lainnya. Pantai di Kalurahan Karangwuni itu menjadi pilihan terbaik untuk menikmati _sunset_ atau matahari terbenam.

Karena berada di wilayah pesisir, sebagian besar masyarakat Kalurahan Karangwuni berprofesi sebagai nelayan, meski sebagian ada juga petani, pedagang, pegawai swasta hingga pegawai pemerintah.

Sebagai desa maritim, penduduk Karangwuni tentu saja sudah terbiasa dihadapkan laut selatan yang terkenal dengan ombaknya yang ganas. Hal itu tidak terlepas dari dongeng legenda Nyi Roro Kidul digadang-gadang menjadi sosok di balik keganasan pantai selatan Jawa itu.

Baca Juga :  Jan Maringka Paparkan Kedaulatan Pangan dan Peran Strategis KBPP Polri dalam wujudkan Ketahanan Nasional
  • Bagikan