Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menyiapkan Masyarakat Tangguh di Pesisir Selatan Yogyakarta: Langkah Strategis Hadapi Bencana

IMG 20240629 093426
Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., yang membawa bendera BNPB saat konpers di Kelurahan Karangwuni, Yogyakarta, Kamis (27/6). Foto: BNPB

“Termasuk Kulon Progo itu sesar yang jelas-jelas aktif dan berpotensi megathurst. Kejadian seperti di Aceh, Padang, Mentawai, Palu hingga Sendai di Jepang itu bisa terjadi di tempat kita ini. Karena itu BNPB memandang sangat penting upaya kesiapsiagaan,” jelas Suharyanto.

Sebagai upaya membentuk masyarakat yang tangguh bencana, BNPB berkolaborasi dengan kementerian/lembaga lain. Sebut saja BMKG, BRIN termasuk unsur TNI dan Polri. Seluruh unsur itu pun memiliki peran penting sesuai tupoksinya masing-masing.

Contoh sederhananya, jika BMKG bertugas memasang alat pendeteksi dan peringatan dini, maka tugas BNPB adalah mempersiapkan masyarakatnya agar lebih sigap dalam membaca peringatan dini sebagai bagian dari peningkatan kapasitas.

Dua hal itu menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan. Tanda-tanda alam maupun informasi peringatan dini bagi sebagian orang masih menjadi pertanyaan. Jika pemahaman masyarakat dan perilaku tidak dalam satu rangkaian, maka hal itu dapat memperbesar risiko bencana.

Baca Juga :  Ketua Umum Gercin Indonesia Sebut LaNyalla M. Mattalitti Tokoh Besar Penjaga NKRI
  • Bagikan