Jakarta, SNC – Fraksi Partai NasDem DPR RI melayangkan kritik keras atas masuknya 250 ton beras impor ke Kota Sabang, Aceh, di tengah kondisi panen raya nasional dan tingginya cadangan beras dalam negeri. Kebijakan impor tersebut dinilai bertentangan dengan capaian besar kemandirian pangan yang tengah dibangun oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan bahwa Indonesia sedang berada pada momentum penting menuju kedaulatan pangan. Pemerintah telah mengumumkan cadangan beras nasional yang mencapai 4 juta ton, sekaligus mencatatkan surplus produksi beras yang signifikan hingga akhir 2025.
“Di saat Indonesia mencatat panen raya dengan stok beras melimpah, sangat disayangkan jika tetap dilakukan impor dari negara lain,” tegas Viktor dalam keterangan resminya di Jakarta. Baginya, langkah impor ke Sabang merupakan kebijakan yang tidak hanya kontraproduktif, tetapi juga melemahkan pesan kuat yang sedang dibangun Indonesia di dunia internasional: bangsa yang mandiri dalam pangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
