Maggot hasil budidayanya menjadi pakan ternak yang diburu peternak, sementara kasgot—residu dari proses itu—menjadi pupuk unggulan yang menyuburkan kebun-kebun warga. Bahkan, Ema berhasil membangun Bank Sampah Bukit Berlian, yang kini menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan lingkungan di wilayahnya.
Atas perjuangannya, Ema dianugerahi penghargaan Mata Lokal Award 2025 untuk kategori Local Ace in Organic Waste Transformation. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, pada ajang Mata Lokal Fest 2025 di Hotel Shangri-La, Jakarta.
“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab. Sampah bukan aib. Ia bisa jadi sumber kehidupan—jika kita mau melihatnya dengan hati,” kata Ema saat menerima penghargaan.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, turut menyampaikan apresiasi:
“Ema membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar jargon. Ia agen perubahan sejati, yang menjadikan masalah menjadi solusi.”
Kisah Ema adalah gambaran bahwa perubahan besar bisa lahir dari tangan kecil. Bahwa di balik sampah, tersembunyi ladang emas bagi mereka yang mau bekerja dengan cinta. Ia mengingatkan kita bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas aktivis atau pemerintah, tapi tanggung jawab setiap manusia yang ingin mewariskan masa depan yang layak bagi anak cucu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
