Tito menyebut bahwa pengalaman menunjukkan putra daerah sebagai penjabat gubernur bisa menimbulkan pro dan kontra, terutama karena keterlibatan hubungan keluarga, suku, atau afiliasi lokal.
Oleh karena itu, Andriko Noto Susanto dipilih karena dianggap lebih netral, meskipun dirinya berasal dari Jawa, namun memiliki pengalaman di wilayah timur Indonesia, seperti Ambon, Maluku.
Andriko Noto Susanto: Pilihan Tepat untuk NTT
Andriko Noto Susanto dipandang sebagai figur yang tepat untuk memimpin NTT, terutama dalam mempersiapkan jalannya Pilkada serentak.
Mendagri Tito meyakini bahwa Andriko mampu mengemban tugas ini dengan baik karena latar belakang dan pengalamannya yang relevan di wilayah timur Indonesia.
“Pak Andriko lahir di Ponorogo tapi besar di Ambon, jadi sudah sangat mengenal karakteristik wilayah timur,” jelas Tito. Selain menjaga netralitas, tugas utama Andriko adalah mempercepat pembangunan di daerah serta menjaga stabilitas menjelang Pilkada.
Pergantian Ayodhya G. Kalake oleh Andriko Noto Susanto sebagai Pj Gubernur NTT adalah langkah strategis untuk memastikan netralitas dan kelancaran Pilkada 2024 di NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









