Capaian tersebut menempatkan MBG sebagai salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan negara. Presiden menilai, keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kemauan politik yang kuat dan koordinasi lintas sektor, negara mampu menjangkau kelompok paling rentan secara masif.
Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kekurangan dan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. Ia mengakui bahwa dalam skala program sebesar itu, risiko selalu ada. Namun, berdasarkan evaluasi objektif, tingkat keberhasilan MBG saat ini mencapai sekitar 99 persen.
“Dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi, dan Alhamdulillah kita sudah mengatasi, dan kita sedang atasi terus. Langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi,” ujar Presiden.
Pernyataan ini menegaskan pendekatan kepemimpinan Presiden yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan, bukan pengabaian masalah. Presiden menilai bahwa keberanian melakukan intervensi jauh lebih penting dibanding ketakutan berlebihan terhadap risiko yang justru melumpuhkan kebijakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









