“Kami siap membangun SPAM dan sistem irigasi di semua bendungan yang sudah dibangun Jokowi. Ini adalah langkah besar untuk mewujudkan NTT yang lebih sejahtera melalui pemanfaatan air secara maksimal,” kata Simon Petrus Kamlasi.
Teknologi Inovatif dan Pembangunan Berkelanjutan
Selain memanfaatkan bendungan yang ada, SIAGA juga akan mengaplikasikan teknologi pompa hidram tenaga matahari yang hemat biaya operasional. Teknologi ini dinilai sangat cocok untuk wilayah NTT yang memiliki paparan sinar matahari melimpah. Selama ini, Simon Kamlasi sudah berhasil memasang lebih dari 400 titik pompa hidram di berbagai wilayah NTT melalui program TNI Manunggal Air.
“Pompa hidram tenaga matahari akan menjadi solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau infrastruktur konvensional,” tambahnya.
Dengan iklim tropis kering dan musim kemarau panjang yang berlangsung hingga 8 bulan per tahun, tantangan utama NTT terletak pada pemanfaatan lahan kering yang melimpah, sekitar 3 juta hektar. Oleh karena itu, menurut Simon, pengelolaan air yang tepat akan mengubah lahan kering ini menjadi sumber produktivitas pertanian yang luar biasa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
