“Kondisi memang cukup memprihatinkan. Sawah banyak yang rusak,” ungkap Presiden.
Selain sawah, sejumlah bendungan besar dan kecil dilaporkan jebol akibat bencana. Hal tersebut berdampak langsung pada sistem irigasi, yang sangat penting untuk pemulihan pertanian dan pasokan air masyarakat.
Presiden menekankan bahwa perbaikan bendungan dan jaringan irigasi akan dimasukkan sebagai prioritas utama pascabencana.
Laporan dari Gubernur dan para Bupati juga mencatat banyaknya rumah warga yang rusak berat maupun ringan. Presiden menegaskan bahwa pemerintah pusat siap membantu pembangunan kembali hunian warga sebagai bagian dari agenda pemulihan menyeluruh.
“Cukup banyak perumahan yang harus kita bantu untuk dibangun kembali,” ujar Presiden Prabowo.
Meskipun respons pemerintah dinilai sudah masif, Kepala Negara mengingatkan bahwa kondisi alam yang tidak stabil memerlukan kewaspadaan. Tantangan di lapangan masih besar, namun upaya pemulihan akan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Kunjungan langsung Presiden Prabowo dan ratas di Aceh menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani bencana di tiga provinsi tersebut. Dengan kolaborasi lintas lembaga serta percepatan pembangunan infrastruktur vital, pemerintah menargetkan pemulihan menyeluruh yang menjamin keselamatan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
