“Komoditas sapi potong merupakan sektor fundamental bagi ketahanan pangan dan ekonomi NTT. Karena itu Undana siap mengerahkan seluruh kapasitas akademiknya untuk mendukung pengembangan ekosistem peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang telah lama mengembangkan bidang peternakan, Undana memiliki berbagai fasilitas dan sumber daya yang menjadi modal utama dalam mendukung program tersebut.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menegaskan kesiapan lembaganya untuk melibatkan para dosen, peneliti, dan tenaga ahli dalam pendampingan masyarakat peternak.
Pendekatan yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi ternak, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan peternak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan model bisnis peternakan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana, Dr. Franchy Cristian Liufeto, menjelaskan bahwa kampus telah memiliki berbagai fasilitas laboratorium yang siap mendukung pengembangan industri sapi potong berbasis ilmu pengetahuan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
